Tampilkan postingan dengan label asli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asli. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2014

Inikah Wajah Asli Monalisa

Tidak punya alis bukan suatu hal yang aneh bagi perempuan masa kini yang gemar bersolek. Mencukur habis rambut di atas mata itu sengaja dilakukan agar mempermudah mereka melukis alis yang melengkung sempurna di pagi hari yang sibuk. Tapi Mona Lisa bukan perempuan masa kini. Istri pedagang dari Florentine yang dilukis oleh Leonardo Da Vinci itu hidup pada abad ke-16.

wajah monalisa

Sehingga muncul berbagai pertanyaan mengapa wanita dalam lukisan itu sama sekali tak memiliki alis, bahkan bulu mata. Beberapa peneliti menyatakan bahwa mencabuti rambut di wajah adalah praktek umum bagi wanita beradab pada masa itu. Sebab, rambut itu dianggap tak elok dilihat. Tentu saja penjelasan ini tak memuaskan banyak penikmat senyum wanita yang penuh tanda tanya itu.

Pascal Cotte adalah salah seorang di antaranya. Warga Paris ini kerap bertanya-tanya mengapa Mona Lisa berbeda dengan lukisan sang maestro lainnya. Da Vinci selalu menggoreskan alis dan bulu mata pada semua lukisannya. Karya Da Vinci yang paling terkenal ini memang bukan barang baru buat Cotte. Pada 1969, Cotte kecil meminjam kartu pass Metro milik ibunya dan pergi ke Museum Louvre untuk melihat sendiri apa yang disebut ibunya sebagai lukisan terindah di dunia.

Bocah 11 tahun itu berdiri berjam-jam di depan lukisan etrsebut, sangat lama sehingga seorang penjaga museum menawarkan kursinya. Sudah 35 tahun berlalu, Cotte--yang kini seorang insinyur teknik--kembali menghabiskan tiga jam di depan lukisan itu. Namun, kali ini ia membawa sebuah kamera raksasa dan izin untuk mengeluarkan lukisan itu dari bingkai dan kotak pengamannya. Foto-foto tinjauan jepretan Cotte, termasuk mata, mulut, dan tangan yang diperbesar 20 kali lipat, dipamerkan di Metreon, San Francisco, Amerika Serikat.

Foto mata yang diperbesar itulah yang akhirnya menjawab pertanyaan Cotte. Ketika meneliti foto itu, ia menemukan selembar rambut di dahi kiri Mona Lisa, bukti sesuatu yang dulunya alis. Ada kemungkinan alis ini hilang karena pigmen cat memudar atau terhapus gara-gara upaya restorasi yang ceroboh. "Saya adalah seorang insinyur dan saintis. Bagi saya, semua harus masuk akal," ujarnya. "Tidak masuk akal bahwa Mona Lisa tidak punya alis atau bulu mata. Saya menemukan selembar rambut alisnya."

Selain menemukan alis, Cotte menciptakan reproduksi yang disebutnya definisi tinggi yang paling akurat dari lukisan yang berumur 500 tahun itu. Berkat teknik pemindaian gambar 240 juta piksel yang memakai 13 spektrum warna, termasuk ultraviolet dan inframerah, Cotte bisa menampilkan warna asli lukisan itu ketika baru selesai dikerjakan Da Vinci.

Cotte mengatakan pemindaian digital ultradetail lukisan itu memungkinkan ia menggali secara efektif menembus tumpukan cat yang berlapis-lapis dan melihat wajah asli Lisa Gherardini, wanita dalam lukisan tersebut. "Cukup dengan satu foto, Anda bisa lebih mendalami konstruksi lukisan itu dan mengerti bahwa Leonardo adalah seorang jenius," kata Cotte dalam pembukaan pameran "Da Vinci: An exhibition of Genius" di San Francisco, Rabu lalu.

Kamera supercanggih yang lahir dari keahlian Cotte dalam bidang optik dan cahaya itu membantunya memeriksa lukisan yang menjadi obsesinya. Pria 49 tahun itu memperkirakan tak kurang dari 3.000 jam dihabiskannya untuk menganalisis data tinjauan pemindaian Mona Lisa yang dibuatnya di laboratorium Louvre pada tiga tahun lalu.

Sensor pendeteksi cahaya dari spektrum warna sampai inframerah dan ultraviolet yang tak terlihat mata manusia itu juga mengungkapkan berbagai detail yang hilang dari lukisan tersebut. Gambar zoom in ini membuat Cotte bisa melihat perubahan posisi tangan kanan istri Francesco del Giocondo itu, yang terletak persis di perutnya.

Sebelum Mona Lisa, tidak pernah ada lukisan potret dengan posisi tangan seperti itu. Meski tak mengetahui alasan Da Vinci, banyak pelukis yang meniru posisi tersebut.

Cotte menemukan pigmen yang berada di bawah pergelangan tangan kanan sama persis dengan gambar selimut yang menutupi lutut Mona Lisa. Hal itu menjelaskan bahwa lengan bawah dan pergelangan tangan tersebut memegang satu sisi selimut. "Pergelangan tangan kanan itu terletak jauh di atas perutnya," kata Cotte. "Tapi, jika dilihat lebih dalam memakai inframerah, Anda akan tahu bahwa ia memegang selimut dengan pergelangan tangannya."

Gambar inframerah itu juga mengungkapkan sketsa yang berada di bawah tumpukan lapisan cat dan pernis. Cotte menyatakan hal itu menunjukkan bahwa Da Vinci juga manusia. "Jika memperhatikan tangan kirinya, Anda bisa melihat posisi pertama jari jemarinya serta mengubah pikiran dan melukisnya dengan posisi lain," katanya. "Bahkan Da Vinci pun punya keraguan."

Hasil analisis Cotte juga mengungkapkan warna asli lukisan itu. Waktu, pernis, dan restorasi menyebabkan lukisan yang kini tersimpan di balik kaca antipeluru itu tampak penuh dengan warna hijau gelap, kuning, dan cokelat.

Namun, foto digital 22 gigabita yang ditinjauankan 13 filter warna berbeda, bukan filter tiga atau empat warna yang biasa ditemukan dalam kamera digital pasaran, mengembalikan warna asli lukisan itu. Dalam bentuk aslinya, Mona Lisa memiliki warna biru terang dan putih cemerlang. "Bagi generasi mendatang, kami menjamin Anda akan bisa melihat warna asli lukisan itu," ujar Cotte.

Meski sejumlah sejarawan seni mengungkapkan skeptisisme atas temuannya, Cotte berharap teknik baru ini bisa digunakan sebagai panduan bagi restorasi beragam lukisan kuno di masa depan. Setelah memindai Mona Lisa, Cotte membuat foto dengan resolusi supertinggi dari 500 lukisan, termasuk karya Van Gogh, Brueghel, Courbet, dan pelukis Eropa lainnya. "Untuk mengkomunikasikan warisan budaya bagi anak-anak kita, kami perlu menyediakan informasi sebanyak-banyaknya," ujar Cotte.


sumber
{ Read More }


Minggu, 22 Desember 2013

10 Teknologi Asli Dari Jerman

Jerman sebagai salah satu negara besar di dunia, memang memiliki banyak inovasi canggih di dunia teknologi. Situs The Local membuat daftar 10 inovasi teknologi asli Jerman.

kaki palsu


Berikut ini merupakan sepuluh inovasi yang paling populer di Jerman, antara lain :


Sinar X

Alat yang berguna untuk mendeteksi penyakit atau kandungan lain dengan menggunakan teknologi cahaya tembus pandang ini, awalnya dikembangkan pada tahun 1895 oleh Wilhelm Conrad Rontgen di laboratorium University of Wurzburg. Hingga saat ini spektrum cahaya tersebut populer dengan nama Rontgen. 


Namun beberapa waktu setelah itu, Rontgen memnemukan penemuan baru misterius yang diberi sebutan X. Dia menemukan foto (radiograf). Awalnya Rontgen mencoba melihatnya pada tangan istrinya dan gambar tersebut terlihat jelas dalam bentuk transparan lengkap dengan cincin kawin yang ada di jari manis istrinya. Sejak saat itulah sinar X diyakini pertama kali muncul.


Mesin Jet

Para insinyur Jerman mulai mendesain sendiri sebuah mesin jet pada tahun 1935. Ide ini pertama kali muncul di Jerman ketika melihat pesawat Ernst Heinkel dan mereka segera melihat potensi yang ada. Serangkaian purwarupa mencapai puncaknya dengan membuat mesin berbahan bakar bensin yang melekat pada pesawat sederhana. 178 merupakan mesin jet pertama, yang melakukan penerbangan perdananya di kota Rostock di pesisir timur laut pada bulan Agustus 1939.


Mobil

Butuh beberapa orang ahli yang jenius di Jerman untuk menempatkan teknologi four-stroke di atas roda. Perusahaan otomotif di Jerman yang paling menonjol antara lain, Karl Benz di Mannheim (1886) dan Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach di Stuttgart (1889). Keduanya merupakan awal kebangkitan teknologi mobil di Jerman.


C-Leg (Kaki Palsu)

Diperlukan waktu yang lama untuk mengembangkan solusi membuat kaki palsu. Tetapi pada tahun 1997, Lower Saxony yang merupakan perusahaan HealthCare memberikan penemuan kaki palsu yang menggunakan mikroprosesor terkontrol pertama yang bisa bergerak. Ini adalah awal kehidupan baru bagi pasien yang terpaksa mengamputasi bagian tubuhnya.


MP3

Jerman sangat berpengaruh pada perkembangan musik pop dunia. Awal tahun 1990 teknik serta aplikasi untuk mengurangi kapasitas file suatu lagu mulai dikenal dengan sebutan MP3. Pertama kali MP3 diciptakan oleh lembaga riset Fraunhofer. Inovasi tersebut awalnya dikembangkan di benua Eropa dan akhirnya kini aplikasi musik tersebut bisa dinikmati oleh seluruh pecinta musik dunia.


Komputer

komputer adalah penemuan dari negara Jerman. Komputer pertama dibangun di ruang tamu Konrad Zuse tahun 1936. Perangkat pertama yang dibuat Zuse dinamai Z1, yang diakui hingga saat ini sebagai program komputer yang dikendalikan pertama kali secara digital. 


Zuse juga melanjutkan untuk merancang bahasa pemrograman pertama di tahun 1940-an, dan matematikawan modern memandangnya sebagai orang yang jenius. Saat itu Zuse mendirikan perusahaan yang dinamai Zuse KG. Perusahaan ini berada di negara bagian Hesse, setelah itu baru disusul oleh raksasa komputer lainnya seperti IBM dan Siemens, yang keluar pada tahun 1967.


Teknologi kristal cair

Kristal cair pertama kali ditemukan pada kolesterol yang diekstrak dari wortel. Ini dilakukan oleh kimiawan Austria, Friedrich Richard Reinitzer pada tahun 1888, namun induk dari teknologi kristal cair secara umum diakui sebagai temuan Otto Lehman dari Karlsruhe di Jerman Barat.


Kristal cair yang ditemukan oleh Lehman memiliki suhu yang lebih tinggi dan setelah bertahun-tahun melakukan penelitian, akhirnya Lehman menerbitkan makalahnya "Kristal Cair" di Leipzig pada tahun 1904.


Tape Recorderd

Seorang anak keturunan Jerman, Fritz Pfleumer tidak hanya menciptakan pita rekaman audio pertama di dunia. Dia juga orang pertama yang menciptakan campuran rekaman di Dresden pada tahun 1927. Dalam salah satu demonstrasi awal, kertas yang sangat tipis ditutupi dengan bubuk oksida besi, Pfleumer menunjukkan bahwa rekaman itu bisa dipotong dan kembali selaras, sehingga setiap remaja akhirnya bisa merilis DJ yang populer saat ini.


Pfleumer membangun alat perekam kaset pertama yang sebenarnya setahun kemudian, meskipun hardware yang agak berat dengan membutuhkan 900 meter pita rekaman untuk digunakan merekam suara selama satu jam. di tahun 1932 perusahaan AEG yang berbasis di Frankfurt membeli hak cipta dari Pfleumer dan dengan cepat mengembangkan tape recorderd pertama secara massal.


Scooter Air

Pada tahun 1967, Bernd Bottger (27) seorang pria komunis Jerman Timur ingin melarikan diri dengan menyebrangi Laut Baltik. Secara tidak sengaja dia menemukan scooter air yang digunakan sebagai mesin bermotor yang bisa berjalan di atas air.


Namun upaya pelariannya berhasil terungkap dan Bottger dipenjara delapan bulan. Setelah bebas Bootger mulai memproduksi scooter air dan dengan marger bersama perusahaan ILO dan menjadi merek dagang di seluruh dunia. Bottger dikabarkan meninggal secara misterius saat menyelam pada tahun 1972. 


Kondom Spray

Penemuan yang dilakukan tahun 2006 oleh Jan Vinzenz Krause dari Institute for Condom Consultancy membuat spray yang bisa digunakan sebagai kondom modern. Spray yang disemprotkan pada alat vital pria ini hanya membutuhkan waktu semenit untuk mengering dan membentuk lapisan khusus lateks.Ini merupakan kondom modern yang lebih praktis.


sumber



Orignal From: 10 Teknologi Asli Dari Jerman

{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest