Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Februari 2014

Terkini !! Kes Eksekutif TV 9 Mati Tergantung Terjawab Suspek Di Reman

Syaleza Jaffar
Ketua Polis Selangor mengesahkan punca kematian eksekutif pentadbiran wanita stesen televisyen TV9, yang mayatnya ditemui di kediamannya di Apartment Saujana, Damansara Damai pada Sabtu, adalah akibat lehernya dijerut.


Ketua Polis Selangor Tun Hisan Tun Hamzah berkata laporan bedah siasat ke atas mayat Syaleza Jaffar (gambar), 31, di Hospital Sungai Buloh menunjukkan mangsa mati akibat tidak boleh bernafas dan terdapat kesan jerutan di sekeliling leher mangsa.



"Laporan siasatan menunjukkan mangsa mati akibat dijerut dan bukannya menggantung diri, namun kita masih menjalankan siasatan terhadap perkara itu," katanya pada sidang media di sini.

Beliau berkata susulan itu, polis menahan anggota keluarga terdekat mangsa di Segamat, Johor pada kira-kira 10.15 malam tadi bagi membantu siasatan kes berkenaan.

Suspek akan direman petang ini
.



Bilik dimana Syaleza ditemui


Tun Hisan berkata kes itu disiasat mengikut Seksyen 302 Kanun Keseksaan kerana menyebabkan kematian.


Mayat Syaleza ditemui di dalam sebuah daripada bilik tidur rumah itu oleh suaminya pada kira-kira 7 malam.


Suaminya mendakwa terdengar dentuman dalam bilik tidur rumah itu dan ternampak mangsa tergantung tidak bernyawa di kipas bilik itu sebelum membawa turun mayat isterinya.


Polis kemudian ke tempat kejadian sejurus dimaklumkan berhubung kejadian itu oleh suami mangsa dan Syaleza disahkan meninggal dunia ketika ditemui polis.


Syazleza merupakan anak kedua daripada enam beradik dan mempunyai seorang cahaya mata berusia dua tahun. - Bernama
{ Read More }


Sabtu, 28 Desember 2013

Kasihan Gadis ini Bisa Mati Kalau Nyisir Rambut

Menyisir adalah pekerjaan harian bagi setiap gadis. Tapi, itu tak berlaku bagi Megan Stewart. Gadis asal Skotlandia ini bisa mati bila menyisir rambutnya. Dia juga terancam mati bila menyentuh balon.



Megan Stewart memang mengidap penyakit langka, yakni hair brushing syndrome. Penyakit ini diketahui ibunya saat ia sedang mempersiapkan putrinya menghadapi hari pertamanya di sekolah dasar.

Ibu Megan, Sharon, menceritakan bagaimana ia mendapati putrinya sakit. Dia sedang menyisir rambut anak gadisnya di ruang tamu ketika tiba-tiba gadis itu terjatuh dan bibirnya membiru. "Saya pikir dia sedang mendapatkan serangan jantung tiba-tiba, sebagaimana pernah dialami sebelumnya, sehingga kami memanggil paramedis," ujar ibu berusia 41 tahun itu. Megan pun dilarikan ke rumah sakit.

Belakangan diketahui Megan itu “alergi” listrik statis. Bila ada listrik statis di tubuhnya, karena aktivitas menyisir rambut atau menyentuh balon, akan muncul reaksi fatal. Dokter di Rumah Sakit Yorkhill di Glasgow mengatakan sindrom seperti ini sangat jarang terjadi. Mereka hanya pernah mendengar satu kasus lain dari sindrom ini.

Megan lahir dengan berat hanya 1,05 kilogram dan sebesar telapak tangan seorang pria. Dia menderita hernia diafragma atau ada lubang di diafragmanya. Ini berarti perutnya bergerak sampai ke dadanya, yang hanya memungkinkan ruang bagi satu paru-paru berkembang.

Kondisi aneh itu menyebabkan saat ini Megan harus menghindari listrik statis dalam kehidupan sehari-harinya. "Ketika kami menyisir rambutnya, kami harus membaringkannya dan menutupi kepalanya dengan air untuk menghentikan listrik statis berkembang. Dia tidak bisa menggosok balon di kepalanya saat pesta."

Nyonya Stewart telah mengalami kehamilan yang sulit dan saat hamil enam bulan didiagnosis pra-eklampsia. Ia dipaksa menjalani operasi caesar darurat untuk menyelamatkan anaknya.

Berkat keahlian para dokter di Rumah Sakit Bersalin Bellshill, Lanarkshire, Nyonya Stewart bisa pulih. Tapi Megan kecil menghabiskan 18 bulan berikutnya di Rumah Sakit Yorkhill.

Megan juga menderita asma dan kondisi yang disebut dorsal stream dysfunction, yang membuatnya sulit melihat obyek yang bergerak cepat, seperti bola.

Kendati begitu, hidupnya masih normal. Megan kini menunggu operasi dan berencana mengikuti kegiatan amal pengumpulan dana untuk Yorkhill pada 8 Oktober. "Dia benar-benar berani menentang segala rintangan. Dia adalah mukjizat kecil," ucap ibunya.

sumber
{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest